Perbandingan Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Media Augmented Reality dibanding Video Animasi Terhadap Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa SD Negeri 1 Culik
Abstract
Background: Oral health issues remain a significant concern among elementary school-aged children. Innovative health promotion media such as Augmented Reality (AR) and animated videos offer potential to improve children’s oral health behaviors.
Objective: To compare the effectiveness of AR and animated videos in improving oral health behaviors among students at SD Negeri 1 Culik.
Methods: This quasi-experimental study involved two intervention groups: AR and animated video. Data were collected using pretest and post-test observation sheets based on the Guttman scale 116 students selected through cluster sampling. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney U Test via SPSS version 29.
Results: There was a significant improvement in oral health behavior in both the AR group (p=0.000*) and animated video group (p=0.000*). The Mann-Whitney U test revealed a significant difference between the two groups (p=0.0041*), with AR media demonstrating higher effectiveness than animated videos.
Conclusion: AR is more effective than animated videos in enhancing oral health behavior among elementary school students. The use of interactive technologies like AR is recommended as an innovative educational approach in children's oral health promotion.
Latar Belakang: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi isu signifikan pada anak usia sekolah dasar. Inovasi media promosi kesehatan, seperti Augmented Reality (AR) dan video animasi, berpotensi meningkatkan perilaku kesehatan oral anak.
Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas media AR dan video animasi terhadap peningkatan perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa SD Negeri 1 Culik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok intervensi, yaitu kelompok AR dan kelompok video animasi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi pretest dan post-test dengan skala guttman terhadap 116 siswa yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann-Whitney U menggunakan SPSS versi 29.
Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada perilaku kesehatan gigi dan mulut setelah intervensi, baik pada kelompok AR (p=0,000*) maupun video animasi (p=0,000*). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,0041*), dengan media AR menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibanding video animasi.
Kesimpulan: Media AR lebih efektif dibandingkan video animasi dalam meningkatkan perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. Penggunaan teknologi interaktif seperti AR disarankan sebagai pendekatan edukatif inovatif dalam promosi kesehatan gigi anak.



