Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Kebiasaan Bernafas Melalui Mulut sebagai Etiologi Maloklusi pada Anak Sekolah Dasar di Kuta Selatan

  • Zalzha Sinureta Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Ika Anggaraeni Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Louise Cinthia Hutomo Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Mia Ayustina Prasetya Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: Pengetahuan, orang tua, kebiasaan bernafas melalui mulut, maloklusi

Abstract

Background: Malocclusion has been ranked as the third most prevalent dental and oral health problem in Indonesia, with a prevalence rate reaching 80%. This condition can negatively affect dentofacial aesthetics and the psychosocial confidence of children. One of the contributing factors to malocclusion is bad oral habits, particularly mouth breathing. The role of parents is considered crucial in recognizing this habit, as adequate knowledge can support early prevention of malocclusion.

Objective: This study was conducted to determine the level of parental knowledge regarding mouth breathing as an etiology of malocclusion in elementary school children in Kuta Selatan.

Method: A quantitative descriptive method with a cross-sectional approach was used in this study. A total of 101 parents were selected as the sample, determined through the Yamane formula. Data were collected using a google form distributed to parents of students in grades 1 to 6 at SD Negeri 4 Jimbaran, SD Negeri 10 Jimbaran, and SD Negeri 12 Jimbaran. The data obtained were then analyzed univariately using SPSS.

Results: Based on the results of the study, the majority of parents had a good level of knowledge regarding mouth breathing as an etiology of malocclusion, with 53 individuals (52.5%) categorized in the good knowledge category.

Conclusion: Based on the results of the study, the overall level of knowledge among respondents in South Kuta District regarding mouth breathing as an etiology of malocclusion was categorized as good. The majority of respondents were women aged 41–50 years, with a medium to high level of education, and worked as housewives who played an active role in childcare and had access to health information.

 

Latar Belakang: Maloklusi menempati urutan ketiga sebagai permasalahan utama dalam kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan tingkat prevalensi mencapai 80%. Kondisi ini dapat berdampak pada estetik dentofasial dan kepercayaan diri psikososial anak. Salah satu faktor penyebab maloklusi adalah bad oral habit, khususnya kebiasaan bernafas melalui mulut. Peran orang tua sangat penting dalam mengenali kebiasaan ini, karena tingkat pengetahuan yang baik dapat mendukung pencegahan dini terhadap maloklusi.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua terhadap kebiasaan bernafas melalui mulut sebagai etiologi maloklusi pada anak sekolah dasar di Kuta Selatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 101 orang tua yang diperoleh melalui perhitungan menggunakan rumus Yamane. Pengumpulan data dilakukan melalui google form yang dibagikan kepada orang tua siswa kelas 1–6 di SD Negeri 4 Jimbaran, SD Negeri 10 Jimbaran, dan SD Negeri 12 Jimbaran. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat menggunakan SPSS.

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai kebiasaan bernafas melalui mulut sebagai etiologi maloklusi yaitu sebanyak 53 orang (52,5%).

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden di Kecamatan Kuta Selatan mengenai kebiasaan bernafas melalui mulut sebagai etiologi maloklusi secara keseluruhan tergolong baik dengan mayoritas responden merupakan perempuan usia 41–50 tahun, berpendidikan menengah hingga tinggi, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang berperan aktif dalam pengasuhan anak serta memiliki akses terhadap informasi kesehatan.

Author Biographies

Zalzha Sinureta, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Ika Anggaraeni, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Louise Cinthia Hutomo, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Mia Ayustina Prasetya, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2026-05-03
Section
Original Article