Efektivitas Air Perasan Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis) sebagai Bahan Bleaching pada Gigi yang Mengalami Diskolorasi

  • Andita Maharani Putri Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Mariati Kaman Dewi Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Ratna Kusumadewi Giri Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • I Gusti Ayu Fienna Novianthi Sidhiartha Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: Jeruk Siam Kintamani, Diskolorisasi Gigi, Bleaching Gigi

Abstract

Introduction: Tooth discoloration is a change in tooth color that varies in etiology, appearance, and severity. The surface of teeth can experience discoloration due to extrinsic factors, one of which is coffee. To remove stains on teeth, bleaching procedures using chemicals can be chosen; however, this procedure can cause sensitivity, leading researchers to seek alternative materials for teeth whitening. One natural alternative currently used is Kintamani mandarin orange. Kintamani mandarin orange contains malic acid, which affects tooth color changes.

Objective: The objective of this study is to determine the effectiveness of Kintamani mandarin orange juice (Citrus nobilis) as a bleaching agent for discolored teeth.

Method: This study is an experimental laboratory study designed using a pre-test-post-test with control group design. It used 32 premolar tooth samples that were soaked in black coffee to induce discoloration. The samples were then divided into two treatment groups: 16 samples treated with Kintamani mandarin orange juice and 16 samples treated with 10% carbamide peroxide as the positive control.

Conclusion: Soaking teeth in Kintamani mandarin orange juice and 10% carbamide peroxide was effective in lowering the tooth color score.

 

Pendahuluan: Diskolorasi gigi merupakan perubahan warna pada gigi yang bervariasi baik dalam etiologi, tampilan, maupun tingkat keparahannya. Permukaan gigi dapat mengalami diskolorasi karena faktor ekstrinsik salah satunya kopi. Untuk menghilangkan noda yang ada pada gigi dapat dipilih tindakan bleaching menggunakan bahan kimia, tetapi prosedur ini menyebabkan sensitivitas sehingga membuat bahan alternatif untuk pemutihan gigi dicari oleh para peneliti. Bahan alternatif yang digunakan saat ini adalah bahan alami salah satunya jeruk siam Kintamani. Jeruk Siam Kintamani memiliki kandungan asam malat yang berpengaruh terhadap berubahnya warna gigi.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas air perasan jeruk siam Kintamani (Citrus nobilis) sebagai bahan bleaching terhadap gigi yang mengalami diskolorasi.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan pre-post test dengan control group design menggunakan 32 sampel gigi premolar yang direndam menggunakan kopi hitam agar terjadi diskolorisasi, setelah itu sampel dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dengan 16 sampel menggunakan air perasan jeruk siam Kintamani dan 16 sampel menggunakan kontrol positif karbamid peroksida 10%.

Hasil: Penelitian mendapatkan hasil bahwa air perasan jeruk siam Kintamani efektif mencerahkan warna gigi yang mengalami diskolorasi.

Kesimpulan: perendaman gigi pada air perasan jeruk siam kintamani dan karbamid peroksida 10% efektif menyebabkan skor warna gigi menjadi rendah

Author Biographies

Andita Maharani Putri, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Mariati Kaman Dewi, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Ratna Kusumadewi Giri, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

I Gusti Ayu Fienna Novianthi Sidhiartha, Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2025-10-20
Section
Original Article