Efektivitas Gel Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) 30% terhadap Ekspresi TNF-α dalam Penyembuhan Ulkus Traumatikus Tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan Diabetes Melitus Tipe II
Abstract
Background: Traumatic ulcers in patients with type II diabetes mellitus experience delayed healing due to chronic inflammation and dysregulated expression of TNF-α. Soursop leaves (Annona muricata L.) are known to contain flavonoids and tannins with anti-inflammatory and antidiabetic properties, and are potentially able to modulate TNF-α expression physiologically.
Methods: Wistar rats were induced with alloxan at a dose of 150 mg/kgBW. The rats were divided into positive control and treatment groups. Traumatic ulcers were created on the labial mucosa using a heated cement stopper with a 3 mm diameter. Gel was applied topically every morning and evening. Rats were euthanized on days 1, 3, and 7. TNF- α expression was observed under 400× magnification using an Olympus Optilab microscope. Results: TNF-α expression in the treatment group receiving 30% soursop leaf extract gel showed a significant increase on day 3 as part of the initial inflammatory phase, followed by a decrease on day 7. Statistical analysis using one-way ANOVA showed a significant difference between groups (p < 0.05).
Conclusion: The 30% soursop leaf extract gel is effective in physiologically modulating TNF-α expression in traumatic ulcers in Wistar rats with type II diabetes mellitus.
Latar Belakang : Ulkus traumatikus pada penderita diabetes melitus tipe II mengalami hambatan penyembuhan karena peradangan kronis dan disregulasi ekspresi TNF-α. Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung flavonoid dan tanin yang bersifat antiinfflamasi dan antidiabetik, serta berpotensi memodulasi ekspresi TNF-α secara fisiologis.
Metode : Tikus wistar diinduksi dengan aloksan 150mg/kgBB. Tikus dikelompokkan menjadi kelompok kontrol positif dan perlakuan. Tikus kemudian dibuat ulser pada mukosa labial dengan menggunakan cement stopper yang dipanaskan dengan diameter 3 mm. Aplikasi gel dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Kemudian tikus di euthanasia pada hari ke-1, 3, dan 7. Pengamatan dilakukan untuk melihat ekspresi TNF-α dengan perbesaran 400x pada mikroskop Olympus optilab.
Hasil penelitian : Ekspresi TNF- α pada kelompok perlakuan gel ekstrak daun sirsak 30% mengalami peningkatan signifikan pada hari ke-3 sebagai bagian dari fase inflamasi awal, kemudian menurun pada hari ke-7. Uji statistik menggunakan one-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05).
Kesimpulan : Gel ekstrak daun sirsak 30% efektif dalam memodulasi ekspresi TNF-α secara fisiologis pada ulkus traumatikus pada tikus wistar dengan kondisi diabetes melitus tipe II.



