Gambaran Oral Health-Related Quality of Life Terkait Kesehatan Mulut Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Udayana Yang Mengalami Maloklusi

  • Michelle Chen Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Ika Anggaraeni Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Louise Cinthia Hutomo Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Desak Ayu Dhyana Nitha Dewi Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: Maloklusi, kualitas hidup, OHRQoL, mahasiswa psikologi, OHIP-14

Abstract

Background: Malocclusion is one of the oral health problems that affects not only oral function but also the psychological and social aspects of an individual. Psychology students, who engage in high levels of social interaction, are a relevant group to study in the context of Oral Health-Related Quality of Life (OHRQoL).

Objective: This study aims to describe the OHRQoL among students of the Psychology Study Program at Udayana University who experience malocclusion, based on age, gender, year of enrollment, and history of orthodontic appliance use.

Method: This research is a descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 95 psychology students at Udayana University selected through purposive sampling and who met the inclusion criteria. Data were collected using the OHIP-14 questionnaire and the aesthetic component of the IOTN, and analyzed univariately using SPSS.

Results: Most respondents reported their OHRQoL as being in the "Good" (46.3%) and "Moderate" (46.3%) categories, while only 7.4% fell into the "Poor" category. Perceptions of OHRQoL were relatively consistent across age and gender groups. Students from the 2023 cohort had the highest proportion in the "Good" category, while those from the 2022 and 2024 cohorts showed higher proportions in the "Moderate" and "Poor" categories. Students who had never used orthodontic appliances tended to have better OHRQoL perceptions compared to those currently using or who had previously used such appliances. The mean, median, and standard deviation values of OHIP scores also showed consistency across groups.

Conclusion: Psychology students at Udayana University who experienced malocclusion demonstrated a generally good perception of their oral health-related quality of life.

 

Latar Belakang: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang berdampak tidak hanya pada fungsi oral tetapi juga pada aspek psikologis dan sosial individu. Mahasiswa psikologi, yang memiliki intensitas interaksi sosial tinggi, menjadi kelompok yang relevan untuk diteliti dalam konteks kualitas hidup terkait kesehatan mulut (Oral Health-Related Quality of Life/OHRQoL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran OHRQoL pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Udayana yang mengalami maloklusi, berdasarkan usia, jenis kelamin, tahun angkatan, dan riwayat penggunaan alat ortodontik.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 95 mahasiswa psikologi Universitas Udayana yang dipilih secara purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner OHIP-14 dan komponen estetis dari IOTN, lalu dianalisis secara univariat menggunakan SPSS.

Hasil: Sebagian besar responden berada dalam kategori OHRQoL “Baik” (46,3%) dan “Sedang” (46,3%), sementara hanya 7,4% berada dalam kategori “Buruk”. Persepsi terhadap OHRQoL relatif serupa antar kelompok usia dan jenis kelamin. Mahasiswa dari angkatan 2023 paling banyak berada dalam kategori “Baik”, sementara kelompok tahun angkatan 2022 dan 2024 menunjukkan proporsi lebih tinggi dalam kategori “Sedang” dan “Buruk”. Mahasiswa yang tidak pernah menggunakan alat ortodontik cenderung memiliki persepsi OHRQoL yang lebih baik dibandingkan mereka yang sedang atau pernah menggunakan alat ortodontik. Nilai rata-rata, median, dan simpangan baku skor OHIP juga menunjukkan konsistensi antar kelompok.

Simpulan: Mayoritas mahasiswa Psikologi Universitas Udayana yang mengalami maloklusi memiliki persepsi baik terhadap kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut.

Author Biographies

Michelle Chen, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Ika Anggaraeni , Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Louise Cinthia Hutomo , Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Desak Ayu Dhyana Nitha Dewi , Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Departemen Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2026-03-10
Section
Original Article