Pengukuran Risiko Karies Menurut American Dental Association (ADA) pada Anak Usia 36 sampai 71 Bulan di Kecamatan Denpasar Selatan

  • Ni Putu Mayasanthi Arisetya Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Luh Wayan Ayu Rahaswanti Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Mia Ayustina Prasetya Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Ida Bagus Pramana Putra Manuaba Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: ECC, Penilaian risiko karies, ADA

Abstract

Background : The most common chronic dental disease in children is Early childhood caries (ECC) which is in children aged up to 71 months. Lack of motivation and also awareness from the community, especially parents, to prevent caries from an early age, which causes the high prevalence and incidence of caries. Caries risk assessment is a one of the most important efforts as a basis for the success of caries management. The aim of this study is to determine the caries risk status and most frequently factors encountered in children aged 36 to 71 months in Kecamatan Denpasar Selatan.

Methods : This study used  descriptive observational method with cross sectional approach. The research sample was taken using a non-probability sampling technique, consisting of pairs of parents and children at Moral Intelligent School, TK PP Werdhi Kumara, Arie Rama School, dan TK Widya Santhi. The total sample was 173 pairs of parents and children. This study was carried out by conducting interviews/filling out questionnaires by parents and clinical examination by researchers. The data obtained were analyzed by descriptive analysis using SPSS software.

Results : 75,1% children had a high risk, 85% did not go to the dentist regularly even though no complaints were founds, 3,5% had limitations, and 79,2% had visually visible plaque.

Conclusion : The majority of children aged 36 to 71 months in Kecamatan Denpasar Selatan are at high risk of ECC, in terms of factors that trigger caries, the majority of parents found that they did not have their children’s teeth checked by a dentist regularly even without complaints, in terms of general health conditions, children were found to have limited physical development, medical, or mental factors, and on clinical factors the majority of children have visually visible plaque.

 

 

Latar Belakang : Penyakit gigi kronis yang paling sering terjadi pada anak adalah Early childhood caries (ECC) yaitu pada anak berusia hingga 71 bulan. Kurangnya motivasi dan juga kesadaran dari masyarakat terutama orang tua untuk mencegah karies sejak dini yang menyebabkan tingginya prevalensi dan kejadian karies. Penilaian risiko karies merupakan salah satu upaya yang sangat penting sebagai dasar keberhasilan dari penatalaksaan karies. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status risiko karies dan faktor yang paling sering ditemui pada anak usia 36 sampai 71 bulan di Kecamatan Denpasar Selatan.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik non-probability sampling, terdiri dari pasangan orang tua dan anak di Moral Intelligent School, TK PP Werdhi Kumara, Arie Rama School, dan TK Widya Santhi.. Jumlah sampel sebesar 173 pasangan orang tua dan anak. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara/pengisian kuesioner oleh orang tua dan pemeriksaan klinis oleh peneliti. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif menggunakan software SPSS.

Hasil : Anak yang memiliki risiko tinggi sebanyak 75,1%; anak tidak periksa ke dokter gigi secara rutin walaupun tanpa keluhan ditemukan sebanyak 85%; anak yang memiliki keterbatasan sebanyak 3,5%; dan anak yang memiliki plak yang terlihat secara visual sebanyak 79,2%.

Kesimpulan : Mayoritas anak usia 36 sampai 71 bulan di Kecamatan Denpasar Selatan berada pada risiko tinggi ECC; pada faktor pemicu karies mayoritas ditemui orang tua tidak memeriksakan gigi anaknya ke dokter gigi secara rutin walaupun tanpa keluhan; pada faktor kondisi kesehatan umum ditemukan 6 anak memiliki keterbatasan perkembangan fisik, medis, atau mental yang mencegah atau membatasi kinerja perawatan kesehatan mulut yang memadai oleh mereka sendiri atau pengasuh; dan pada faktor klinis mayoritas anak memiliki plak yang terlihat secara visual.

Author Biographies

Ni Putu Mayasanthi Arisetya, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Luh Wayan Ayu Rahaswanti, Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Mia Ayustina Prasetya, Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Divisi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Ida Bagus Pramana Putra Manuaba, Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2026-02-17
Section
Original Article