Perbandingan Tingkat Kebocoran Mikro (Microleakage) pada Restorasi Kavitas Kelas II dengan Teknik Snowplow Antara Packable Composite Nanohybrid dan Bulk-Fill
Abstract
Background: Microleakage is one of the main causes of restoration failure as it allows the penetration of bacteria and fluids into the interface between restorative material and tooth structure. The snowplow technique was developed to improve marginal adaptation by using an uncured flowable composite liner prior to placement of the main restorative material. Differences in restorative materials, such as packable nanohybrid and bulk-fill composites, may influence microleakage.
Methods: This study was a laboratory experimental study using a post-test only with two-group comparison design. A total of 32 extracted permanent premolars were divided into two groups: packable bulk-fill and packable nanohybrid (n=16 each). Restorations were performed using the snowplow technique, followed by incubation at 37°C for 24 hours, immersion in 0.2% methylene blue solution, longitudinal sectioning, and microscopic evaluation using a 0–4 scoring system. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test and continue with Mann-Whitney test.
Results: The results showed that the packable bulk-fill group had a higher mean microleakage score compared to the packable nanohybrid group. Statistical analysis revealed a significant difference between the groups (p < 0,05).
Conclusion: There is a significant difference in microleakage levels between packable bulk-fill and packable nanohybrid in class II cavity restorations using the snowplow technique. Packable nanohybrid demonstrated lower microleakage, indicating better marginal adaptation.
Latar Belakang: Kebocoran mikro (microleakage) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan restorasi karena memungkinkan penetrasi bakteri dan cairan ke dalam celah antara bahan tumpatan dan struktur gigi. Teknik snowplow dikembangkan untuk meningkatkan adaptasi marginal dengan memanfaatkan flowable composite sebagai liner yang tidak dipolimerisasi sebelum aplikasi bahan utama. Perbedaan jenis bahan tumpatan restorasi, seperti packable nanohybrid dan bulk-fill, diduga memengaruhi tingkat kebocoran mikro.
Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only with two-group comparison. Sebanyak 32 gigi premolar permanen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok packable bulk-fill dan packable nanohybrid (masing-masing n=16). Restorasi dilakukan dengan teknik snowplow, kemudian sampel diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, direndam dalam larutan methylene blue 0,2%, dipotong secara longitudinal, dan diamati menggunakan mikroskop dengan sistem skoring 0–4. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok packable bulk-fill memiliki rerata skor kebocoran mikro yang lebih tinggi dibandingkan kelompok packable nanohybrid. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat kebocoran mikro pada restorasi kavitas kelas II dengan teknik snowplow antara packable bulk-fill dan packable nanohybrid. Packable nanohybrid menunjukkan tingkat kebocoran mikro yang lebih rendah sehingga berpotensi memberikan adaptasi marginal yang lebih baik.



